Senin, 20 April 2009

Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Memanfatkan IT

Oleh : Arwendria, S.Sos., M.Si

Peran komputer dalam pengajaran bahasa terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Apabila awalnya hanya digunakan untuk drills dan latihan yang lebih memfokuskan pada penguasaan kosakata dan tatabahasa, tetapi dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pendidikan memberikan peluang untuk mengintegrasikan teknologi komputer ke dalam proses belajar mengajar bahasa.

A. Pendahuluan
Hasilnya saat ini dapat dilihat semakin banyaknya perangkat lunak multimedia dan program simulasi yang khusus untuk pengajaran bahasa. Siswa diberikan keadaan sesungguhnya terhadap apa yang sedang dipelajarinya. Beberapa perangkat lunak, seperti “Ticket” yang diproduksi oleh Bluelion Software merupakan program yang menyajikan situasi sesungguhnya dari budaya suatu Negara. Selain itu, perangkat lunak yang dikemas dalam bentuk permainan, seperti “Where in the World Is Carmen Sandiego?” oleh Broderbund Software atau “Trivial Pursuit” dari Gessler Publisher.
Permasalahan sebenarnya adalah, apakah teknologi informasi, terutama komputer mampu memberikan inovasi dalam pengajaran bahasa? Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Muehleisen (1997) menyaimpulkan bahwa pendapat para guru yang belum pernah menyentuh komputer akan mengatakan “tidak,” sebaliknya yang pernah akan mengatakan “ya.” Belisle (1996) membuktikan bahwa dengan menggunakan komputer, siswa menjadi lebih mampu memecahkan permasalahannya dan menjadi komunikator yang lebih baik. Melalui jaringan komputer, siswa memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dan bekerja bersama dengan temannya dari kelas lain, kelompok, dan guru. Jaringan tersebut dapat membantu pembelajar menciptakan, menganalisa, dan memproduksi informasi dan ide-ide lebih mudah dan efisien. Selain itu, melalui akses elektronis tersebut, dapat meningkatkan kesadaran siswa dengan dunia di sekitar mereka.
Tidak diragukan lagi bahwa komputer merupakan media mengajar yang hebat, khususnya dalam pengajaran bahasa dalam berbagai aspeknya, seperti penguasaan kosakata, tatabahasa, komposisi, pronunciation, atau communicative skill lainnya. Berikut ini akan dipaparkan beberapa keuntungan dari penggunaan komputer untuk pengajaran bahasa.
1. Motivasi dan Ketertarikan
Disadari atau tidak, di dalam kelas, guru sering menyuruh siswa melakukan latihan secara berulang-ulang dengan harapan siswa dapat memahaminya. Namun, cara ini sering membosankan, dan membuat frustrasi yang pada akhirnya siswa tidak tertartik dan termotivasi untuk belajar bahasa asing. Program CALL menawarkan siswa dengan keasikan dan kesenangan. Program tersebut mengajarkan bahasa dalam cara berbeda dan lebih menarik, atraktif dan menyajikan pengajaran bahasa melalui game, grafis animasi dan teknik pemecahan masalah (Ravicahndran, 2007).
2. Individualisasi
Terkadang beberapa siswa membutuhkan waktu tambahan dan latihan secara individu untuk menguasai apa yang dipelajarinya. Komputer menawarkan cara belajar mandiri tanpa harus takut salah, malu, atau dimarahi guru. Cara ini dapat dilakukan siswa berulang-ulang sampai mereka memahami tujuan pelajaran tersebut. Dengan kata lain, komputer memberikan perhatian lebih individualistic kepada siswa untuk menjawab dan perintah-perintah yang diberikan.
3. Kesesuaian Cara Belajar
Siswa memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Banyak siswa belajar merasa lebih efektif jika cara belajar yang diusung guru sesuai dengan cara pandang mereka. Masalah serius akan muncul bila ternyata guru lebih asik mengembangkan caranya sendiri tanpa mempertimbangkan apakah cara mengajar tersebut sesuai dengan cara belajar siswanya. Untuk itu, komputer dapat digunakan untuk mengadaptasi pengajaran menurut cara siswa secara individu.
4. Error Analysis
Pangkalan data komputer dapat digunakan oleh guru untuk mengelompokkan dan membedakan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dengan menghitung berapa banyak kesalahan itu terjadi. Kesalahan tersebut dapat dikelompokkan menurut tatabahasanya, penggunaan kata, atau penulisannya. Dalgish (1987) dalam Ravichandran (2007) menemukan bahwa orang Cina lebih cendrung tidak menggunakan article a/an dari pada the. Dalam hal ini, komputer dapat menganalisis kesalahan-kesalahan spesifik yang dibuat oleh siswa.
5. Pemandu
Pengolah kata (word-processor) dalam komputer merupakan program yang sangat efektif dalam memandu pengajaran, terutama dalam menulis. Kemampuan yang dimilikinya untuk membuat, dan memanipulasi teks dengan mudah merupakan keunggulan lain dari program pengolah kata. Program tersebut dapat dengan mudah memandu siswa dalam membuat paragraph, menentukan kesalahan pengetikan, dan pemilihan kata. Keuntungan yang diperoleh guru adalah bahwa guru tidak perlu mengontrol dengan penuh kesalahan yang dibuat oleh siswa karena komputer telah otomatis menjadi pemandu mereka.
B. Internet
Munculnya Internet dan penggunaan TIK yang telah secara luas mempengaruhi kehidupan manusia telah menciptakan peluang baru dalam bidang pengajaran bahasa. Karena hampir semua content yang tersedia dalam Internet berbahasa Inggris, para guru bahasa Inggris dapat dengan mudah mengakses berbagai macam bahan bacaan tanpa perlu bayar. Khususnya di Negara non-English, seperti Indonesia, dimana masih sulit mencari bahan bacaan yang relevan dan up to date, Web merupakan sumber informasi yang tak ternilai, baik dalam memperoleh bahan pengajaran, maupun untuk mengeksplorasi dunia hanya dengan mengklik mouse.
Dari sudut siswa, Muehleisen (1997) menyatakan bahwa siswa tertarik memanfaatkan Internet dengan tiga alasan. Alasan pertama, siswa memandang Internet sebagai trend dan ingin menjadi bagian darinya. Alasan kedua, siswa menyadari bahwa mayoritas informasi yang beredar di Internet adalah berbahasa Inggris, dan mereka mulai memahami istilah-istilah tertentu yang bermanfaat dalam penguasaan keahlian berbahasa Inggris. Alasan ketiga, Internet juga menawarkan pengalaman praktek berbahasa langsung dengan memberikan siswa pengalaman functional communicative yang akan mampu memotivasi mereka dalam menggunakan bahasa Inggris sehari-hari.
C. Alasan Penggunaan Internet dalam Kelas Bahasa Inggris
Banyak argumentasi yang dikemukan oleh berbagai penulis tentang manfaat Internet untuk pengajaran bahasa, terutama bahasa Inggris. Berikut ini akan dijelaskan alasan pentignya Internet untuk pengajaran bahasa Inggris:
1. Belajar menggunakan komputer dengan sendirinya dapat memotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Berdasarkan pengalaman dari Muehleisen (1997) bahwa masih banyak siswanya yang belum mempu menggunakan komputer, tetapi ketika mereka diajarkan bagaimana pentingnya memahami komputer, rata-rata siswa akan tertarik dan ingin menguasainya.
2. Internet menempatkan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Siswa dapat memahami bahwa mayoritas informasi yang beredar di Internet adalah berbahasa Inggris. Mereka juga menemukan bahwa mereka dapat menggunakan bahasa Inggris sebagai media untuk belajar berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia, dan tidak hanya terbatas pada Negara yang berbahasa Inggris saja. Tentu saja siswa ingin berkomunikasi dengan native speaker, tetapi banyak dari siswa lebih ingin berkomunikasi dengan orang-orang dari Negara-negara lain.
3. Internet merupakan media interaktif. Walaupun siswa dalam taraf coba-coba dalam melakukan browsing di Internet, tetapi tanpa disadarinya mereka telah berpikir dan berusaha menggunakan istilah-istilah tertentu dalam bahasa Inggris, dan hasilnya dapat mereka peroleh seketika itu juga. Selain itu, hampir semua web site menyediakan alamat e-mail, sehingga siswa dapat mengajukan pertanyaan atau mengirim komentarnya.
4. Fasilitas untuk menggunakan Internet relatif mudah diperoleh. Di beberapa Negara maju, fasilitas Internet telah tersedia di labor komputer. Namun, kondisi yang sama belum sepenuhnya ada di Negara berkembang, seperti Indonesia. Hanya ada pada beberapa sekolah tertentu saja. Walaupun demikian, dengan perkembangan TIK saat ini, hampir di setiap sekolah telah memiliki labor komputer, namun belum terhubung dengan Internet. Padahal fasilitas itu dengan mudah diaplikasikan dengan menghubungkan komputer via telepon (telkomnet instant)
D. Komponen yang Dibutuhkan
1. Integration
Yang paling penting dalam program pendidikan bahasa Inggris harus terintegrasi, bukan merupakan program tambahan. Guru harus terlibat langsung dengan program tersebut, misalnya pemberian pekerjaan rumah dan interaksi kelas
2. Kemampuan Komputer
Siswa tidak selalu memiliki keahlian dalam menggunakan komputer, terutama dalam menggunakan Internet. Tetapi, berdasarkan pengalaman Trokeloshvili, (2007) siswa tidak harus memiliki keahlian khusus untuk menggunakan Internet. Dari 230 siswa yang diajarnya, hanya 3 orang yang memiliki e-mail, dan hanya 10 orang yang terbiasa menggunakan komputer. Lebih lanjut dijelaskan bahwa yang paling terpenting adalah mengajarkan langkah-langkah sederhana bagaimana menggunakan komputer dan Internet,
3. Keaktifan Guru
Guru harus aktif memotivasi siswa untuk memnggunakan Internet. Kalau perlu, guru harus membuat handout atau petunjuk menggunakan komputer dan Internet, terutama bagaimana menggunakan web browser atau mengirim e-mail.
E. Teknik Pengajaran Menulis dengan Bantuan Internet
Teknik pengajaran bahasa yang ditawarkan oleh Krajka (2007) sangat sederhana dan relatif lebih mudah untuk diterapkan di kelas. Krajka menawarkan tiga elemen dasar dalam pengajaran bahasa terutama menulis, yaitu website yang akan digunakan siswa untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, e-mail yang akan digunakan untuk mengirim dan menerima informasi dari manapun juga, dan web publishing yang digunakan untuk menerbitkan karya siswa tersebut. Dari tiga elemen tersebut, Krajka telah melakukan serangkaian percobaan dan inovasi dalam pengajaran bahasa sebagai berikut:
1. A Letter to a Friend
Sebagai pengenalan aktivitas menulis surat ke sahabat, siswa diminta untuk mengakses www.mario.com/card.htn, suatu situs yang menyediakan kartu dan gambar animasi yang dilengkapi dengan musik, dll secara gratis. Aktivitas ini dianggap menyenangkan oleh siswa sewaktu mereka memilih kartu-kartu lucu, dan menulis beberapa baris kata kepada temannya. Setelah itu, mereke diharuskan mengirim kartu tersebut kepada temannya melalui e-mail. Persyaratan yang diharuskan oleh situs ini adalah siswa harus telah memiliki e-mail sendiri.
2. A Formal Letter
Sewaktu mengajarkan A Formal Letter, siswa diminta untuk mengunjungi situs World Wildlife Fund (http://www.panda.org/home.cfm). Di situs tersebut, siswa dapat membaca masalah-masalah yang terjadi di seputar dunia mereka, khususnya tentang spesies langka yang ada di muka bumi ini.
3. A Description of a Person
Siswa diminta untuk menggambarkan seseorang yang dipilih berdasarkan keinginanannya (bisa salah seorang teman sekelas, atau guru yang sangat mereka kenal). Kemudian siswa disuruh membuat tulisan pendek tentang orang tersebut. Tulisan tersebut dikirimkan kepada siswa lain melalui e-mail. Siswa yang menerima e-mail tersebut harus mampu menduga siapa yang dimaksud oleh si pengirim.
4. An Argumentative Essay (Berpasangan atau Berlawanan)
Siswa diberikan bacaan tertentu yang dianggap mampu memancing argumentasi siswa dan lebih mutakhir sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Bahan bacaan tersebut biasanya yang berhubungan dengan masalah remaja. Bacaan tersebut akan diranking oleh guru, baik dari sisi gramatikanya, kekayaan leksikalnya maupun isi bacaannya juga. Agar siswa lebih terbantu dalam menulis essay yang benar-benar sesuai dengan situasi sebenarnya, maka siswa diarahkan untuk mengakses situs Ohio University CALL Lab menyediakan topik-topik untuk essay dengan alamat http://www.ohiou.edu/esl/project/index.html. Siswa diminta untuk mengeksplorasi essay tersebut dan apabila ada argumentasi yang meragukan, siswa dapat mengakses informasi dari situs tersebut atau situs lain yang berhubungan dengan topik tersebut.
5. A Description of a Festival of Ceremony
Internet yang berdasarkan defenisi umum merupakan multi cultural dan tanpa batas, merupakan sumber informasi yang terbaik untuk mengetahui adapt istiadat dan kebiasaan Negara lain di muka bumi ini. Berselancar di Internet dan mengekplorasi tradisi dan kebudayaan atau upacara-upacara yang belum diketahui, seperti sama dengan menonton film, mendengar musik tradisional atau gambar-gambar yang dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi siswa.
Untuk mendeskripsi suatu festival atau perayaan yang lebih otentik dan bermakna, siswa dibimbing untuk mengekplotasi potensi yang ada di WWW. Siswa diminta untuk memilih salah satu festival atau perayaan yang dapat mereka telusur di www.tourism.com. Siswa diharuskan menulis kembali festival atau perayaan yang mereka pilih dan dilengkapi dengan gambar-gambarnya.
6. A Newspaper Report
Telah dijelaskan sebelumnya, bila membicarakan penelusuran informasi melalui Web maka sudah seharusnya informasi yang dicari adalah informasi yang sedang terjadi atau yang sedang hangat dibicarakan. Surat Kabar on-line merupakan sumber informasi virtual terkini yang dapat diperoleh secara gratis. Untuk mengakses indeks surat kabar dari berbagai penjuru dunia dapat mengakses www.onlinenewspaper.com. Siswa diminta untuk mencari berita terkini dan membuat ringkasan dari berita tersebut, membaca tajuk utama dan meminta mereka untuk membuatnya menjadi suatu kalimat yang utuh, memprediksi dan merekonstruksi isi dari suatu artikel, membandingkan penyajian berita yang sama dari surat kabar Negara lainnya. Selain itu, siswa diminta untuk mengamati kejadian di sekelilingnya, dan kemudian menulisnya dalam bentuk berita.
7. A Description of a Place
Web merupakan tempat yang tepat untuk mencari tempat yang belum pernah diketahui sebelumnya. Untuk itu, siswa diminta untuk mengakses situs www.travel.com atau www.go.com. Siswa diminta untuk mendeskripsikan tempat yang ingin mereka kunjungi itu. Selain itu, siswa diharuskan membuat pertanyaan-pertanyaan mengenai tempat yang mereka kunjungi tersebut.
Hampir sama dengan konsep Krajka di atas, Tan (2007) mengusung perpaduan konsep Cooperative Learning dan Teknologi Informasi dengan teknik membaca K-W-L.
1. K – what I Know – guru memandu siswa untuk brainstorming dengan apa yang mereka ketahui dengan suatu topik dan bagaimana cara mereka memperoleh informasinya. Kemudian, guru membantu siswa untuk mengeluarkan ide-idenya ke dalam kategori-kategori yang lebih umum.
2. W- what I Want – Selagi siswa memikirkan topik dan kategori umum dari suatu informasi, mereka harus membuat pertanyaan-pertanyaan dari topik yang ingin mereka ketahui.
3. L – what I’ve Learned – Siswa membaca teks (cetak atau elektronik) untuk menemukan jawaban dari pertanyaan mereka. Selama membaca, siswa akan memperoleh pengetahuan baru dari apa yang telah mereka pelajari. Mereka akan terus mencari jawaban dari bacaan lain yang mereka cari sendiri.
Prosedur pelajaran yang dikembangkannya dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Pre-Writing
Pelajaran ini diawali dengan penjelasan guru ke siswa tentang suatu topik yang akan mereka pelajari, misalnya Endangered Animal. Masing-masing siswa menulis salah satu tema sebagai berikut:
(a) A day in the life on endangered animal
(b) My most memorable experience as a (nama dari suatu endangered animal, misalnya anak panda, dll)
(c) My most frightening experience as a (nama dari suatu endangered animal, misalnya harimau Sumatera, dll)
Setelah itu, guru menjelaskan bahwa mereka akan bekerja secara berpasangan untuk mencari informasi tersebut dan melakukan riset pada Web yang sesuai dengan topik dan nama binatang yang mereka setujui bersama. Selama riset, mereka diperkenankan untuk menelusur informasi yang relevan mengenai tempat, karakter, dan plot dari cerita yang mereka tulis. Setelah siswa memperoleh informasi tersebut, guru memilih salah satu endangered animal, misalnya harimau. Siswa disuruh untuk memberikan pendapatnya tentang harimau tersebut. Pendapat siswa tersebut diketik pada MS Word Document yang dipantulkan pada layar agar seluruh siswa bisa melihatnya. Keuntungan dari cara ini, guru dapat menghapus dan menyalin pendapat siswa tersebut secara langsung. Ketika siswa memberikan pendapatnya tentang harimau tersebut, guru membantu siswa untuk menyusun kembali ide-ide mereka ke dalam kategori-kategori tertentu, seperti:
(a) Physical Characteristics
(b) Natural Habitats
(c) Diet
(d) Social Habits (mating, Hierarchy, etc)
(e) Reasons why they are endangered
(f) Ways and efforts to save them
Guru kemudian menjelaskan bahwa kategori tersebut dapat dijadikan kata kunci untuk mencari informasinya di Internet. Pada tahap ini, siswa telah melangkah pada tahap K.
Dengan menggunakan Lembaran Strategi K-W-L per siswa, masing-masing anggota kelompok menggunakan kolom K untuk mencatat pengetahuan awal yang mereka peroleh. Masing-masing anggota membandingkan informasi yang mereka peroleh dan membuat pertanyaan-pertanyaan pada kolom W. Setelah itu, masing-masing anggota harus memutuskan pertanyaan-pertanyaan mana yang paling menarik untuk ditanyakan. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kelompok lain dapat mencari jawabannya melalui Internet. Jawaban yang ditemukan tersebut, kemudian dibagi dengan pasangannya. Masing-masing pasangan akan mencari pasangan dari kelompok lain yang sama binatangnya. Guru memilih beberapa orang siswa untuk menyajikan temuan-temuannya ke depan kelas. Siswa juga diminta untuk menjelaskan pertanyaan mana saja yang masih belum terjawab. Pertanyan-pertanyaan yang tak terjawab tersebut harus dicari jawabannya oleh setiap siswa melalui Internet. Jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut dimasukkan pada kolom L.
2. Writing
Guru meminta siswa untuk membuat pekerjaan rumah dengan menulis kembali bagaimana cara mereka memperoleh informasi selama melakukan riset. Siswa diminta membuat esay dalam bentuk draft yang telah diketik dan dapat ditambah dengan gambar-gambar. Esay yang telah ditulis tadi, kemudian diperiksa oleh anggota kelompoknya dengan menambahkan komentar (pada MS Word menggunakan perintah Insert Comment atau dengan menggunakan kode warna).
F. Kesimpulan
Perlu diingat bahwa penggunaan komputer dalam pengajaran bahasa bukan dimaksudkan sebagai alternatif pengajaran bahasa, melainkan hanya sebagai alat untuk mengajarkan bahasa. Penggunaan komputer akan memperkaya pengajaran bahasa itu sendiri, apalagi dipadukan dengan pemanfaatan Internet. Dengan Internet, siswa tidak saja memperoleh “mainan” baru, tetapi juga dapat memperoleh informasi lebih otentik dan menarik. Namun yang paling penting adalah bagaimana guru dapat secara aktif menggali potensi siswa dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan secara inovatif dan menarik.
Bahan Bacaan
Belisle, Ron. Let E-mail Software Do the Work: Time Saving Features for the Writing Teacher. The Internet TESL Journal, Vol. III, No. 6. June 1997. http://www.iteslj.org/Techniques/Belisle-Email.
ERIC Digest. Computer Assisted Writing Instruction. http://www.ericdigest.org/2007
ERIC Digest. Computer-Assisted Language Learning: Current Programs and Projects. http://www.ericdigest.org/1993/language.htm. 2007
Kelly, Charles. How to Make a Successful ESL/EFL Teacher’s Web Page. http://www. aitech.ac.jp/~ckelly. 2007
Krajka, Jarek. Using the Internet in ESL Writing Instruction. http://iteslj.org/ Techniques/Krajka-WritingUsingNet.html. 2007
Muehleisen, Victoria. Projects Using the Internet in College English Classes. http://www.waseda.ac.jp/faculty/96050/index-e.html. 2007
Ravinchandran, T. in the Perspective of Interactive Approach: Advantages and Apprehensions. Rediff homepages. 2007
Tan, Gabriel. Using Cooperative Learning to Integrate Thinking and Information Technology in a Content-Based Writing Lesson. http://iteslj.org/Techniques/Tan-Cooperative.html
Trokeloshvili, David A. and Neal H. Jost. The Internet and Foreign Language Instruction: Practice and Discussion. http://iteslj.org/Articles/Trokeloshvili-Internet.html. 2007



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar